Pendampingan Strategis Kementan dan Pengawalan Bantuan Pemerintah di Pakpak Bharat
BRMP Sumatera Utara melakukan koordinasi kegiatan pendampingan strategis Kementerian Pertanian sekaligus pengawalan bantuan pemerintah bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat. Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua Kelompok Pendampingan Modernisasi Pertanian, Dr. Khadijah EL Ramija, S.Pi., M.P., bersama Sri Endah Nurzannah, S.P., M.Si., didampingi Katimker Kabupaten Pakpak Bharat, Mahasin Sinamo, S.ST. Tim diterima langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat, Sahat P. Boangmanalu, S.Pd., M.M., serta turut hadir Fungsional PSP, Dudik Iskandar, S.ST.
Dalam koordinasi tersebut, Dr. Khadijah memaparkan pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, khususnya Pertanian Modern dan Advanced Agriculture System (PM AAS) di Kabupaten Pakpak Bharat. PM AAS tahap I di Kabupaten Pakpak Bharat mencakup areal seluas 164 hektare dengan rencana tanam pada Oktober 2026. Selain membahas perkembangan pelaksanaan PM AAS, koordinasi juga membahas berbagai kendala yang ditemui di lapangan, kebutuhan pengawalan dan pendampingan, serta penguatan koordinasi dalam pelaksanaan program dan bantuan pemerintah agar tepat sasaran dan dapat mendukung peningkatan produksi pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai program strategis Kementerian Pertanian dan mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan BBRMP Sumut. Selain komoditas padi, komoditas unggulan daerah seperti gambir dan kopi juga perlu mendapat perhatian khusus melalui pendampingan yang berkelanjutan. Untuk komoditas kopi, terdapat harapan dari petani untuk mengembangkan kopi robusta yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah. Sementara itu, pengembangan gambir diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah. Sejumlah kendala di lapangan, termasuk kebutuhan perbaikan saluran irigasi, diharapkan dapat dicarikan solusi secara bersama melalui sinergi pemerintah daerah, penyuluh, BBRMP Sumut, dan para pemangku kepentingan lainnya.